Menarik untuk ditulis sebuah penyakit manusia yaitu kejenuhan yang kini sedang saya alami. Jenuh identik dengan bosan atau kebosanan terhadap sesuatu hal mungkin itu kegiatan sehari-hari yang monoton, benda yang dimiliki ataupun bahkan seseorang yang dimiliki. Menurut pendapat saya pribadi saya lebih baik gagal mencapai tujuan daripada saya harus mengalami kejenuhan. Mengapa ? Karena sangat berbahaya, orang kalau sudah jenuh dapat dikatakan Ia sudah tidak memiliki gairah hidup alias dapat dinilai dengan penilaian yang ekstrem dia adalah produk gagal ciptaan Tuhan
tetapi dalam arti yang membuat dia menjadi produk gagal bukan karena hasil dari ciptaan Tuhan tetapi karena manusianya itu sendiri yang membikin dirinya sendiri menjadi produk gagal. Suatu dosa yang sangat besar apabila kita diciptakan untuk hidup di dunia ini hanya untuk menjadi produk gagal karena akibatnya sendiri.
Pembaca boleh setuju atau tidak pernyataan yang saya tuliskan di atas, wajar di dunia ini ada pro dan kontra dan saya memahami itu. Ibaratnya di dunia ini ada Pria dan Wanita, Hitam dan Putih, ataupun Hidup dan mati. Jadi wajar donk ?
Kembali ke topik, saya sudah mengungkapkan di atas tadi bahwa saya sedang mengalami fase kejenuhan, suatu fase yang sangat tragis menurut penilaian saya bahwa saya sedang dalam fase manusia produk gagal, saya ingin keluar dari fase ini tetapi bagaimana caranya ?
Setiap hari saya berpikir, kenapa penyakit ini tidak mau pergi dari kehidupanku. Kalau boleh dikatakan saya mengalami kesepian atau kejenuhan di dalam keramaian dapat dikatakan itu suatu Paradok dalam kehidupan saya. Kejenuhan ini menganggu aktivitas kehidupan saya, setiap hal yang saya lakukan pasti dibayang-bayangi ada kejenuhan di belakangnya nanti. Saya tidak mau itu, ingin rasanya saya menjadi manusia yang konsisten dan komitmen serta tidak mudah putus asa terhadap apa yang saya lakukan. Dengan cara ini semoga saya dapat melewati fase kejenuhan untuk meraih kesuksesan.
Akhir kata sampai saat ini saya belum mendapatkan pencerahan untuk kejenuhan ini.
Terimakasih.
Pembaca boleh setuju atau tidak pernyataan yang saya tuliskan di atas, wajar di dunia ini ada pro dan kontra dan saya memahami itu. Ibaratnya di dunia ini ada Pria dan Wanita, Hitam dan Putih, ataupun Hidup dan mati. Jadi wajar donk ?
Kembali ke topik, saya sudah mengungkapkan di atas tadi bahwa saya sedang mengalami fase kejenuhan, suatu fase yang sangat tragis menurut penilaian saya bahwa saya sedang dalam fase manusia produk gagal, saya ingin keluar dari fase ini tetapi bagaimana caranya ?
Setiap hari saya berpikir, kenapa penyakit ini tidak mau pergi dari kehidupanku. Kalau boleh dikatakan saya mengalami kesepian atau kejenuhan di dalam keramaian dapat dikatakan itu suatu Paradok dalam kehidupan saya. Kejenuhan ini menganggu aktivitas kehidupan saya, setiap hal yang saya lakukan pasti dibayang-bayangi ada kejenuhan di belakangnya nanti. Saya tidak mau itu, ingin rasanya saya menjadi manusia yang konsisten dan komitmen serta tidak mudah putus asa terhadap apa yang saya lakukan. Dengan cara ini semoga saya dapat melewati fase kejenuhan untuk meraih kesuksesan.
Akhir kata sampai saat ini saya belum mendapatkan pencerahan untuk kejenuhan ini.
Terimakasih.



1 komentar:
mga sukses
Posting Komentar