Agak kontroversial mungkin bila saya memberi judul pada tulisan saya kali ini adalah " Egois adalah ciri Manusia Gila". Tapi bukan karena alasan saya memberi judul ini karena kalau kita pahami secara pelan-pelan dan seksama, egois adalah ciri sifat manusia yang identik dengan mau benarnya sendiri, mau menangnya sendiri, keras terhadap pendirian yang belum tentu benar, tidak mau menghargai pendapat orang lain dan tidak taat pada
aturan yang padahal sudah disepakati bersama, entah itu melalui musyawarah maupun voting. Ciri-ciri tersebut adalah ciri yang sama dengan orang gila.
Secara tidak sadar maupun sadar, sengaja maupun tidak sengaja, suka ataupun tidak suka kita memerhatikan gerak gerik, bahasa tubuh, bahasa yang diucapkan orang gila yang mungkin saya atau pembaca perhatikan di jalan maupun di tempat rehabilitasi penyakit jiwa. Bisa dikatakan persis dengan ciri orang egois, yang seolah asyik dengan dunianya sendiri dan tidak menjunjung kepentingan orang lain di atas kepentingannya sendiri.
Sungguh tragis apabila penyakit egois ini menimpa kepada manusia yang diberi kepercayaann oleh manusia yang lain untuk mengerjakan kepentingan atau hajat orang banyak. Tetapi di negara kita ini di Indonesia sudah banyak manusia seperti itu dan parahnya malah mayoritas yang memiliki ciri-ciri egois atau miring atau orang gila.
Minoritas pun terkadang ikut teracuni oleh yang mayoritas itu, tetapi tetap Tuhan masing sayang sama kita semua, Minoritas itu masih bisa terselematkan apabila mereka mau mengubah dan tidak terpengaruh mayoritas yang egois atau gila itu.
Bapak-bapak bangsa kita sudah mengorbankan jiwa dan raga untuk kesuksesan negara kita di kemudian hari, tetapi sampai detik ini cita-cita itu belum tercapai dan jangan sampai tidak tercapai atau gagal hanya karena satu penyakit ini yaitu egois.
Semoga tulisan pendek ini menjadi renungan bagi semua pembaca.
Secara tidak sadar maupun sadar, sengaja maupun tidak sengaja, suka ataupun tidak suka kita memerhatikan gerak gerik, bahasa tubuh, bahasa yang diucapkan orang gila yang mungkin saya atau pembaca perhatikan di jalan maupun di tempat rehabilitasi penyakit jiwa. Bisa dikatakan persis dengan ciri orang egois, yang seolah asyik dengan dunianya sendiri dan tidak menjunjung kepentingan orang lain di atas kepentingannya sendiri.
Sungguh tragis apabila penyakit egois ini menimpa kepada manusia yang diberi kepercayaann oleh manusia yang lain untuk mengerjakan kepentingan atau hajat orang banyak. Tetapi di negara kita ini di Indonesia sudah banyak manusia seperti itu dan parahnya malah mayoritas yang memiliki ciri-ciri egois atau miring atau orang gila.
Minoritas pun terkadang ikut teracuni oleh yang mayoritas itu, tetapi tetap Tuhan masing sayang sama kita semua, Minoritas itu masih bisa terselematkan apabila mereka mau mengubah dan tidak terpengaruh mayoritas yang egois atau gila itu.
Bapak-bapak bangsa kita sudah mengorbankan jiwa dan raga untuk kesuksesan negara kita di kemudian hari, tetapi sampai detik ini cita-cita itu belum tercapai dan jangan sampai tidak tercapai atau gagal hanya karena satu penyakit ini yaitu egois.
Semoga tulisan pendek ini menjadi renungan bagi semua pembaca.



0 komentar:
Posting Komentar